
Lumansari, 22 Juli 2026 – Ada yang bilang, membangun desa itu seperti memasak sayur lodeh. Bahannya banyak, bumbunya harus pas, dan kalau asal dicampur, hasilnya bisa bikin dahi berkerut. Karena itulah, Pemerintah Desa Lumansari menggelar Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan Desa dan Pembentukan Tim Penyusun RKP Desa Tahun 2026 pada Rabu (22/7/2026) di Gedung Serbaguna "Sultan Hadiwijaya".
Suasana musyawarah berlangsung hangat, santai, namun tetap serius dipandu oleh Bapak Arif Budiman. Sesekali terdengar tawa kecil ketika usulan demi usulan bermunculan. Maklum, kalau sudah berbicara tentang pembangunan desa, ide-ide warga memang tidak pernah kehabisan stok.
_.jpeg)
Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Drs. Anton Munajat yang mewakili Camat Gemuh. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa setiap kegiatan di desa harus direncanakan dengan baik, tersusun secara sistematis, dan memiliki arah yang jelas.
"Perencanaan yang baik adalah setengah dari keberhasilan pembangunan," menjadi pesan utama yang disampaikan agar setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Lumansari, Bapak Kasnari, mengajak seluruh lembaga desa untuk semakin aktif berpartisipasi dalam pembangunan. Menurut beliau, kemajuan desa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga seluruh unsur masyarakat.
Beliau juga menjelaskan bagaimana perjalanan sebuah usulan pembangunan dimulai dari RKP Desa, kemudian berlanjut ke tingkat kecamatan hingga kabupaten. Artinya, sebuah ide sederhana yang lahir dari musyawarah desa hari ini, siapa tahu suatu saat bisa menjadi program pembangunan yang lebih besar.
Acara Musyawarah Desa dibuka dan dipimpin oleh Bapak Sukardi, S.H., selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa Lumansari, beliau membuka musyawarah dengan mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi secara terbuka demi kemajuan Desa Lumansari. Menurutnya, forum musyawarah merupakan wadah terbaik untuk menyatukan berbagai ide menjadi rencana pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Musyawarah pun semakin menarik ketika peserta mulai menyampaikan berbagai usulan. Mulai dari pembangunan fisik seperti infrastruktur dan fasilitas umum, hingga program nonfisik berupa pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta kegiatan sosial. Semua usulan dicatat dengan baik sebagai bahan penyusunan RKP Desa Tahun 2026.
Yang tak kalah semangat adalah kehadiran 15 Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 179. Para mahasiswa turut mengikuti jalannya musyawarah sebagai pengalaman belajar langsung mengenai proses perencanaan pembangunan di tingkat desa. Bagi mereka, ini bukan sekadar duduk mendengarkan, tetapi juga melihat bagaimana demokrasi desa berjalan dengan penuh kekeluargaan.

Musyawarah kali ini membuktikan bahwa membangun desa bukanlah pekerjaan satu atau dua orang. Dibutuhkan kebersamaan, komunikasi, dan tentu saja... kesabaran mendengarkan usulan yang kadang dimulai dengan kalimat, "Saya cuma usul sedikit, Pak..." lalu berlanjut lima menit tanpa jeda.
Namun justru dari forum seperti inilah lahir berbagai gagasan terbaik. Sebab setiap pendapat memiliki nilai, setiap usulan memiliki harapan, dan setiap langkah yang direncanakan hari ini menjadi pondasi bagi Desa Lumansari yang semakin maju, tertata, dan sejahtera di masa mendatang.
<K1>
Dipost : 22 Juli 2026 | Dilihat : 113
Share :