Lumansari - Rangkai Uang, Ciptakan Peluang: KKN UIN Walisongo Ajak Ibu-Ibu PKK Desa Lumansari Berkreasi dengan Buket Uang

Rangkai Uang, Ciptakan Peluang: KKN UIN Walisongo Ajak Ibu-Ibu PKK Desa Lumansari Berkreasi dengan Buket Uang

Kendal — Kreativitas dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan peluang usaha. Hal tersebut diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang melalui kegiatan pembuatan buket uang bersama ibu-ibu PKK Desa Lumansari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, pada Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN melalui Divisi Ekonomi Kreatif ini bertujuan memberikan keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif bagi masyarakat. Para peserta tidak hanya diajak membuat buket uang, tetapi juga diperkenalkan pada potensi produk kreatif yang memiliki nilai jual.

Buket uang dipilih karena memiliki daya tarik sebagai salah satu pilihan hadiah untuk berbagai momen, seperti ulang tahun, wisuda, pernikahan, maupun perayaan lainnya. Selain itu, proses pembuatannya dapat dilakukan dengan bahan dan peralatan yang relatif sederhana sehingga mudah dipelajari dan dikembangkan oleh masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai buket uang serta bahan-bahan yang diperlukan. Mahasiswa KKN menjelaskan cara menentukan konsep buket, menyusun uang agar terlihat menarik, serta memadukannya dengan kertas pembungkus dan berbagai ornamen dekorasi.

Setelah mendapatkan penjelasan, ibu-ibu PKK langsung mengikuti praktik pembuatan buket. Mahasiswa KKN turut mendampingi peserta selama proses berlangsung, mulai dari tahap penyusunan, pembungkusan, hingga buket siap digunakan.

Suasana kegiatan berlangsung santai dan penuh antusiasme. Para peserta aktif bertanya dan mencoba berbagai bentuk rangkaian sesuai dengan kreativitas masing-masing. Praktik secara langsung membuat peserta lebih mudah memahami tahapan pembuatan dibandingkan hanya memperoleh penjelasan secara teori.

Salah satu mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dari Divisi Ekonomi Kreatif, Arthika menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan membuat buket, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan peluang usaha yang dapat dimulai dari keterampilan sederhana.

“Kami ingin ibu-ibu tidak hanya melihat buket uang sebagai hadiah, tetapi juga melihat ada peluang usaha di dalamnya. Keterampilan ini cukup sederhana untuk dipelajari dan bisa dikembangkan sesuai kreativitas masing-masing,” tutur Arthika.

Menurut Arthika produk buket memiliki peluang untuk dikembangkan karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan konsumen. Peserta dapat membuat berbagai variasi buket berdasarkan acara, nominal uang, warna, maupun konsep yang diinginkan.

“Harapannya setelah kegiatan ini ibu-ibu bisa mencoba membuat sendiri. Kalau hasilnya sudah bagus, keterampilan ini juga bisa dikembangkan menjadi usaha kecil-kecilan dari rumah,” tambahnya.

Sementara itu, Ibu Sariatun, Ketua PKK Desa Lumansari, menyambut baik kegiatan yang diberikan oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi ibu-ibu PKK untuk mempelajari keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatannya menarik dan menyenangkan karena kami bisa langsung mencoba membuat buket sendiri. Sebelumnya mungkin hanya melihat buket yang sudah jadi, sekarang jadi tahu bagaimana proses membuat dan menghiasnya,” ungkap Ibu Sariatun.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan oleh ibu-ibu PKK, baik untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai peluang tambahan penghasilan.

“Semoga setelah kegiatan ini ibu-ibu bisa terus mencoba dan berkreasi. Kalau bisa dikembangkan menjadi usaha, tentu akan menjadi hal yang bagus dan bermanfaat untuk menambah kegiatan produktif ibu-ibu,” lanjutnya.

Ibu Sariatun juga mengapresiasi mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan baru melalui kegiatan ekonomi kreatif.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah memberikan kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu untuk terus berkarya,” tambahnya.

Kegiatan pembuatan buket uang menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang melalui pengembangan ekonomi kreatif. Kegiatan ini memberikan ruang bagi ibu-ibu PKK untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal peluang usaha yang dapat dimulai dari lingkungan rumah.

Selain mengajarkan proses pembuatan, mahasiswa KKN juga mendorong peserta untuk memperhatikan aspek kerapian, perpaduan warna, serta tampilan produk agar buket memiliki nilai estetika dan daya tarik bagi calon pembeli. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh tidak hanya dapat digunakan untuk membuat hadiah secara mandiri, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK mengikuti setiap tahapan dengan aktif dan mencoba mengembangkan rangkaian sesuai dengan kreativitas masing-masing. Interaksi antara mahasiswa KKN dan peserta juga menciptakan suasana belajar yang santai sehingga kegiatan berlangsung dengan baik.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap keterampilan membuat buket uang dapat menjadi salah satu bekal bagi ibu-ibu PKK Desa Lumansari untuk terus berkreasi. Dari sebuah rangkaian sederhana, muncul peluang untuk menghasilkan produk yang menarik dan bernilai ekonomi.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dengan kreativitas, keterampilan, dan kemauan untuk mencoba, sesuatu yang sederhana dapat diubah menjadi produk yang menarik sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

 

 

Penulis : Tim Mahasiswa KKN Posko 179


Dipost : 18 Agustus 2026 | Dilihat : 14

Share :