Berita Terkini

Kendal, 8 Agustus 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan pelatihan dan pengenalan alat TEPANOM (Tebar Pupuk Otomatis Manual) kepada para petani Desa Lumansari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini berlangsung dari pukul 13.00–15.00 WIB yang diikuti oleh 12 petani dan bertempat di kediaman Ketua Kelompok Tani Desa Lumansari, Bapak Suryadi.
Pelatihan ini berawal dari kebiasaan para petani yang masih menebarkan pupuk secara manual, yaitu dengan menaburkan pupuk secara langsung menggunakan tangan. Metode tersebut mengharuskan petani bekerja dengan posisi membungkuk dan dilakukan secara berulang, sehingga membutuhkan tenaga lebih serta berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman pada bagian pinggang apabila dilakukan dalam jangka waktu yang panjang.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo berupaya menghadirkan sebuah inovasi sederhana yang dapat menjadi alternatif bagi petani dalam melakukan proses penebaran pupuk. Melalui pelatihan TEPANOM, mahasiswa memperkenalkan alat bantu pertanian yang dibuat dengan bahan yang relatif mudah ditemukan dan ekonomis, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas.
TEPANOM merupakan singkatan dari Tebar Pupuk Otomatis Manual. Alat ini dirancang menggunakan beberapa komponen pipa paralon dengan ukuran yang berbeda. Kemudian komponen tersebut disambungkan menggunakan oversock ukuran 2 x 1/2 inci dan dilengkapi dengan karet ban bekas dan sekrup yang digunakan sebagai mekanisme tekanan agar pupuk dapat keluar saat alat ditekan ke tanah. Penggunaan bahan-bahan sederhana tersebut menjadi salah satu keunggulan alat TEPANOM karena alat dapat dibuat dengan biaya yang relatif terjangkau.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pelatihan diawali dengan sambutan dari Kepala Dusun (Kadus) Desa Lumansari. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengenalan alat TEPANOM yang disampaikan oleh Saudara Yuman Dafiq Azhim selaku Ketua Pelaksana Pelatihan TEPANOM. Materi yang diberikan meliputi pengenalan alat, fungsi, komponen, cara penggunaan, serta manfaat TEPANOM bagi kegiatan pertanian.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Para petani tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga diperkenalkan secara langsung terhadap bentuk dan mekanisme kerja alat. Dalam praktiknya, TEPANOM digunakan dengan cara menekan bagian alat pada tanah di sekitar tanaman sehingga pupuk dapat keluar melalui bagian lubang yang telah dibuat. Mekanisme tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam menebarkan pupuk secara lebih efektif dan efisien.
Ketua Pelaksana Pelatihan TEPANOM, Saudara Yuman Dafiq Azhim, menyampaikan bahwa inovasi ini dibuat sebagai bentuk upaya mahasiswa dalam memberikan solusi sederhana terhadap kebutuhan petani di Desa Lumansari. “Pelatihan TEPANOM ini diharapkan dapat mempermudah pekerjaan para petani, terutama dalam proses penebaran pupuk dan benih. Dengan adanya alat ini, kami berharap petani dapat terbantu dan pekerjaan dalam proses penebaran bisa dilakukan dengan lebih mudah,” ujar Yuman Dafiq Azhim.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para petani yang hadir. Selain memberikan wawasan baru, pelatihan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk bertukar pengetahuan dengan masyarakat yang telah memiliki pengalaman dalam bidang pertanian. Ketua Kelompok Tani Desa Lumansari, Bapak Suryadi, turut menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas wawasan dan inovasi yang telah diberikan kepada para petani di Desa Lumansari.
“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo yang sudah memberikan wawasan dan inovasi kepada para petani di Desa Lumansari. Semoga alat TEPANOM ini bisa bermanfaat dan dapat membantu petani dalam kegiatan pemupukan maupun penebaran benih,” ujar Bapak Suryadi. Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap TEPANOM dapat menjadi inovasi sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi petani Desa Lumansari. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan teknologi sederhana dan tepat guna untuk mendukung efektivitas pekerjaan masyarakat di bidang pertanian.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN Posko 179
Dipost : 10 Agustus 2026 | Dilihat : 75
Share :